Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, Oktober 20
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Hukum»KOLOM: Ikrar Kesatria Bhayangkara, Kompas Moral di Balik Cahaya Api Obor
Hukum

KOLOM: Ikrar Kesatria Bhayangkara, Kompas Moral di Balik Cahaya Api Obor

Lantas InfoBy Lantas InfoNovember 27, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

 

LANTASINFO– Pembacaan Ikrar Ksatria Bhayangkara yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 25 November 2025 di Cikeas, Bogor, tentunya bukanlah sekadar ritual malam berobor.

Kegiatan  dalam Apel Kasatwil 2025, dihadiri 631 pejabat utama, Kapolda, dan Kapolres, menegaskan komitmen moral membangun Polri yang melindungi, melayani, mengayomi, dicintai, dan dipercaya masyarakat.

Namun, di balik gema ikrar “tegak, siap, setia”, reformasi institusi Polri masih bergulat dengan tantangan struktural dan kultural yang mendalam.

Fondasi Reformasi Moral ikrar tersebut, yang diulang sambil memegang obor di bawah panji Merah Putih, dirancang memperkuat transformasi Polri melalui Tim Reformasi internal beranggotakan 52 perwira, dibentuk September 2025.

Kapolri menekankan ikrar sebagai kompas moral, didukung visual sejarah Komjen (Purn) M. Jasin—pendiri Brimob yang berjuang merebut senjata Jepang dan menumpas pemberontakan PKI hingga PRRI.

Reformasi ini krusial karena kepercayaan publik naik ke 76,2 persen berkat perbaikan layanan, meski masih rapuh di tengah kritik kekerasan pengamanan demo.

Tantangan Kepercayaan Publik Meski survei Litbang Kompas catat kepuasan publik 65,1 persen, data KontraS ungkap 645 kasus kekerasan Polri sejak 2020, dengan tingkat keberhasilan pengamanan demo merosot ke 40-50 persen.

Ikrar “Polri yang dicintai” jadi sindiran tajam atas citra represif, di mana reformasi kultural gagal desentralisasi Polda untuk respons lokal.

Jabat tangan penutup acara simbol solidaritas, tapi tanpa penguatan Kompolnas independen, ikrar mungkin hanya sebatas  retorika saja.

Dari balik dukungan eksternal Presiden, Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dilantik Presiden Prabowo 7 November 2025, melibatkan Kapolri aktif untuk akses langsung kajian, beri harapan taktis.

Prabowo tuntut transparansi periodik, serap aspirasi via WhatsApp, tapi Perkap 4/2025 dikritik Koalisi RFP sebagai “omong kosong” karena tambah kewenangan tangkap tangan ambigu, langgar KUHAP.

Reformasi struktural, efisiensi organisasi, karier berbasis merit, harus prioritaskan pengawas eksternal kuat.

Toh, simbol Sejarah vs Realita Lapangan Penghormatan pada M. Jasin ingatkan keberanian moral pendahulu, tapi Polri kini hadapi radikalisme siber dan korupsi internal yang butuh lebih dari renungan malam.

Peningkatan kepercayaan publik bukti Tim Transformasi Kapolri efektif balik opini negatif pasca-kerusuhan, tapi konsistensi sikap humanis jadi ujian abadi.

Pada kegiatan tersebut, Ikrar ditutup dengan “Hidup Polri, Hidup NKRI” tuntut bukti nyata, bukan acara spektakuler.

Menuju Polri Profesional reformasi ala Listyo Sigit fokus pelayanan administratif cepat dan responsif, tapi tantangan seperti viralnya kesalahan kecil di era informasi tuntut komunikasi berbasis data.

Namun, oenguatan integritas via BETAH cegah KKN rekrutmen, padukan dengan desentralisasi untuk konteks lokal seperti di Sulsel.

Karena itu, kegiatan yang dilaksanakan di  Cikeas jadi panggilan DNA mentransformasikan ikrar jadi kebijakan anti-korupsi dan HAM.

Ikrar Ksatria Bhayangkara adalah momentum reformasi, tapi kegagalannya dapat ditaksir  akan hancurkan legitimasi Polri.

namun, publik tentunya sangat berharap reformasi kepolisian sukses jika ikrar jadi aksi struktural berkelanjutan. (*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleOperasi Zebra Pallawa 2025 Hari ke-11, Satlantas Polres Bone Hadir dengan Sentuhan Hangat: Bagikan Payung untuk Pengendara Tertib
Next Article Analisis Singkat: : Korlantas Menuju Balantas Polri,  Momentum Perubahan, semoga tak Sebatas Formalitas!

Berita Lainnya

ANALISIS: Ketika “EWAKO” Diuji Aksi Perang Kelompok

Oktober 18, 2026

Kapolda Sulsel Kunjungi Brimob: Pahami Perkembangan Strategis, Regional Maupun Global

Oktober 15, 2026

Diduga Sabu Terselip di Saku Jaket, Pria di Keera Diamankan Satlantas Polres Wajo

Oktober 12, 2026
Berita Terbaru

Tingkatkan Sinergi dengan Media, Kapolda Sulsel: Siap Tampung Kritik!

Oktober 19, 2026

Kakorlantas Polri: Polantas Kawal Distribusi BBM

Oktober 19, 2026

Kapolda Sulsel dan PJU Serta Kapolres jajaran Turun ke Jalan, Uji Nyata “Polisi Bersama Masyarakat”

Oktober 19, 2026

ANALISIS: Ketika “EWAKO” Diuji Aksi Perang Kelompok

Oktober 18, 2026
  • HUKUM

ANALISIS: Ketika “EWAKO” Diuji Aksi Perang Kelompok

Oktober 18, 2026

Kapolda Sulsel Kunjungi Brimob: Pahami Perkembangan Strategis, Regional Maupun Global

Oktober 15, 2026

Diduga Sabu Terselip di Saku Jaket, Pria di Keera Diamankan Satlantas Polres Wajo

Oktober 12, 2026

Polrestabes Makassar Sita 340 Motor, 245 Knalpot Brong, Ringkus 19 Remaja Tawuran

Oktober 8, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.