WAJO– Operasi Keselamatan Pallawa 2026 yang digelar di wilayah hukum Polres Wajo mencatat capaian signifikan dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan Kasatlantas Polres Wajo, AKP Ryanda Putra, selama periode 2 hingga 15 Februari 2026 tercatat tujuh kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan enam orang dan luka berat dua orang, tanpa korban jiwa.

Kerugian materiel ditaksir mencapai Rp20,5 juta, angka yang dinilai relatif terkendali dibanding potensi dampak kecelakaan di jalur padat wilayah Kabupaten Wajo.

“Capaian tersebut tidak lepas dari pendekatan preventif yang diintensifkan selama operasi,” ucapnya Selasa (17/2).

Personel lalu lintas Polres Wajo  melakukan pengaturan dan penjagaan sebanyak 1.428 kali serta hadir di titik rawan kecelakaan sebanyak 773 kali.

Selain itu, pemeriksaan terhadap pengemudi dan awak bus dilakukan 279 kali sebagai langkah antisipasi terhadap pelanggaran yang berpotensi fatal.

“Kami mengedepankan kehadiran polisi di lapangan sebagai upaya pencegahan dini, bukan semata penindakan,” ujarnya.

Di sisi penegakan hukum, Satlantas juga mengeluarkan 545 teguran kepada pelanggar sebagai bentuk edukasi persuasif.

Pendekatan humanis ini dipadukan dengan pengawasan kendaraan melalui pemeriksaan visual sebanyak 394 kali dan ramp check angkutan umum sebanyak 261 kali.

“Langkah tersebut bertujuan memastikan kelayakan kendaraan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan akibat faktor teknis,” terang Ryanda.

Ia jug paparkan, upaya komprehensif turut menyasar kondisi jalan dan lingkungan. Pemetaan terhadap potensi gangguan seperti pasar tumpah, parkir liar, dan aktivitas masyarakat dilakukan 202 kali, disertai koordinasi lintas instansi sebanyak 57 kali serta penyiapan jalur alternatif sebanyak 48 kali.

Petugas juga memberikan tanda dan peringatan dini kepada pengguna jalan sebanyak 60 kali guna mengantisipasi titik rawan kemacetan maupun kecelakaan.

Di bidang pendidikan masyarakat lanjut kasatlantas,  kegiatan pendidikan masyarakat atau Dikmas Lantas menjadi pilar utama operasi ini.

Penyuluhan tertib berlalu lintas di ruang publik tercatat 235 kali, sosialisasi keselamatan 460 kali, serta kampanye keselamatan 74 kali. Ribuan brosur dan stiker disebarkan, edukasi langsung diberikan lebih dari dua ribu kali, termasuk program Polisi Masuk Sekolah dan pembinaan komunitas pengemudi.

“Keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari angka pelanggaran, tetapi dari tumbuhnya budaya tertib berlalu lintas, sejalan dengan moto yang diusung, bekerja dengan semangat, pulang dengan selamat,” pungkas Kasatlantas Polres Wajo. (*)

Berita Terkait