JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat pemolisian lalu lintas yang lebih modern dan adaptif.

Pendekatan ini dilakukan selaras dengan semangat Presisiyakni Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan yang menjadi arah kebijakan utama Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menekankan bahwa pembaruan sistem pemolisian lalu lintas perlu merespons dinamika zaman dan mendukung penuh delapan misi pembangunan nasional (Asta Cita) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Misi tersebut meliputi penguatan ideologi negara, pertahanan nasional, serta kemandirian dalam bidang ekonomi dan teknologi.

“Pemolisian lalu lintas dengan pendekatan modern yang berlandaskan Presisi bertujuan untuk menciptakan sistem yang efisien, transparan, adil, dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujar Irjen Agus.

Lebih lanjut, Korlantas Polri berupaya membenahi layanan publik di bidang lalu lintas agar lebih terintegrasi dan mudah dijangkau masyarakat.

Di saat yang sama, profesionalisme dalam penegakan hukum juga terus dikuatkan untuk mendukung keamanan dan ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcarlantas) secara berkesinambungan.

Pentingnya membangun budaya berlalu lintas yang aman dan tertib di tengah masyarakat turut menjadi prioritas.

Hal ini dimaksudkan untuk menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kedisiplinan pengendara di jalan raya.

Dalam pernyataan resminya, Irjen Pol Agus kembali menegaskan, “Sistem lalu lintas yang kami kembangkan harus memberi rasa aman, adil, dan berpihak kepada masyarakat, sesuai prinsip Presisi.”

Salah satu isu yang mendapat perhatian serius adalah maraknya kendaraan yang mengalami pelanggaran Over Dimensi dan Over Load.

Korlantas menekankan bahwa upaya penertiban terhadap kendaraan obesitas  akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan menyeluruh, dengan menggandeng semua pihak terkait dalam sistem logistik nasional.

“Penanganan masalah kendaraan ini, tidak bisa dilakukan secara sepihak. Ini harus menjadi kerja bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat karena menyangkut keselamatan bersama,” kata Irjen Agus dengan tegas.

Sebagai bagian dari agenda keselamatan jangka panjang, Korlantas Polri turut mengedepankan pentingnya Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional yang diperingati setiap 19 September.

Momen ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran nasional dalam membentuk perilaku berlalu lintas yang lebih beradab dan teratur.

Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dijadikan tonggak transformasi kelembagaan Korlantas Polri.

Institusi ini bertekad untuk tampil sebagai wajah Polri yang modern, responsif terhadap kebutuhan publik, adaptif terhadap perubahan zaman, dan tetap dipercaya oleh masyarakat. (*)

Berita Terkait