MAKASSAR– Pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2022, hari ini dinyatakan sudah selesai seiring dengan kesuksesan Polda Sulsel, dalam pelaksanaan pengaturan mudik lebaran Idul Fitri hingga proses arus balik.
Akademisi sekaligus kriminolog, Prof, DR Marawan Mas, SH, MH, mengapresiasi kinerja kepolisian di Sulsel, khususnya bidang lalulintas yang mampu memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan berbagai bentuk kebijakan rekayasa jalan sehingga pemudik hingga arus balik berjalan lancar tanpa kendala.
“Alhamdulillah, saya melihat
pelaksanaan mudik lebaran 1 Syawal 1443-H Tahun 2022 berjalan lancar meskipun masih ada macet di beberapa titik, semua bisa teratasi dengan baik oleh kepolisian, sehingga pemudik tak temui kendala kemacetan berarti dijalan,” ucap Prof Marwan Mas, Senin (9/5/22).
Seperti pantauan kriminolog ini, adanya kepadatan kendaraan atau terjadinya peningkatan volume kendaraan yang tak berarti pada pelaksanaan mudik hingga arus balik lebaran tahun ini, dapat teratasi dengan diberlakukannya kebijakan seperti rekayasa jalan dan lainnya serta aktifnya Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sulsel, Kombes Pol. Faizal melalui kampanye media yang mengajak masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kita melihat terjadinya kepadatan, khususnya pada akhir waktu arus balik seperti yanh ditetapkan pemerintah, untuk perbatasan Kota Makassar-Sungguminasa-Maros Bandar Udara sampai melewati kedua kota kabupaten itu, dapat teratasi dengan baik dengan bentuk rekayasa jalan dan kebijakan penerapan ganjil-genap,” terangnya.
Untuk kemacetan sejumlah daerah kabupaten di Sulsel pasca mudik dan arus balik Operasi Ketupat Pallawa 2022 yang dapat teratasi pula dengan baik, Prof Marwan Mas memahami kondisi kepadatan arus lalulintas berada di area tempat wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Dua tahun terakhir, pemerintah melakukan pelarangan mudik maupun kunjungan ke tempat wisata karena situasi Pandemi Civid-19. Untuk tahun ini pemerinta sudah melonggarkan, sehingga tempat wisata padat dikunjungi warga yang menimbulkan kemacetan panjang di area tempat wisata tersebut,” beber akademisi ini.
Kemacetan area wisata seperti yang dimaksudkan Prof. Maewan Mas, seperti beberapa titik di Bantaeng yaitu pintu masuk Pantai Marina, dan Bulukumba jelang tempat rekreasi Pantai Bira yang kabarnya terjadinya kepadatan kendaraan sekitar dua kilometer bersumber dari pintu masuk Pantai Bira karena adanya pemeriksaan karcis oleh petugas pintu masuk.
Seperti halnya tempat wisata lainnya yang ad di Sulsel, yang juga menimbulkan kepadatan seperti di permandian Puncak Bila Kabupaten Sidrap, Permandian air panas Lejja Soppeng, dan tempat wisata lainnya.
“Namun, secara keseluruhan pengaturan pihak kepolisian tetap berjalan dengan baik dan pelaksanaan mudik lebaran tahun ini . Sebab selama dua tahun masa Pandemi mudik lebaran tak diizinkan oleh pemerintah,” tambah akademisi Universitas Bosowa (Unibos) tersebut.
Jika membahas mengenai kemacetan di perbatasan Kota Makassar, kata Kriminolog ini, itu terjadi bukan hanya saat mudik lebaran saja, tetapi setiap hari kerja akibat begitu banyaknya penduduk dari luar Kota Makassar yang masuk bekerja di Kota Makassar.
“Sementara kondisi keamanan, dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sulawesi Selatan dalam bulan Ramadhan cukup kondusif sampai selesai pelaksanaan mudik tanggal 8 Mei 2022. Memang ada kriminalitas yang terjadi di Makassar dan beberapa tempat di kabupaten, itu bisa diantasipasi oleh Polri. Sehingga patutlah kita “angkat jempol” bagi Polda Sulsel dan jajarannya. Semoga kondisi Kamtibmas pasca bulan Ramadhan ini tetap terkendali dan kondusif,” tutup Prof. Marwan Mas. (*)
